Apa saja Tantangan Ekonomi Digital di Indonesia?

Apa saja Tantangan Ekonomi Digital di Indonesia?

Revolusi Industri pada 4.0 mendorong banyak negara di berbagai belahan dunia untuk terus melakukan inovasi dalam bidang ekonomi digital. Menciptakan penemuan serta mengikuti pertumbuhan yang ada memang tak selalu mudah. Terdapat berbagai macam tantangan atau hambatan  yang dihadapi lewat konsep seni manajemen yang terstruktur.

Khusus untuk kondisi yang terjadi di negara Indonesia. Anda beberapa jenis tantangan di investasi ekonomi digital yang ada di Indonesia sekarang ini. Berikut ini beberapa diantara yang perlu Anda ketahui, antara lain :

1.       Cyber Security

Pertama adalah cyber security yang mana sampai sekarang masih menjadi hambatan yang kerap terjadi beberapa negara negara untuk urusan perekonomian digital. Serupa dengan kondisi investasi ekonomi digital di Indonesia. Sebagai negara berkembang yang memiliki peluang besar di bidang digital, Indonesia mempunyai pertumbuhan transaksi online yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Kondisi tersebut menjadi menjadi celah tersendiri bagi oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan upaya penyerangan ke global cyber, dan bahkan negara Indonesia pernah menerima sekitar 1.230 miliar serang berupa cyber di setiap harinya.

Serangan cyber seperti ransomware yang dapat menyerang situs web yang bergerak di bidang perekonomian digital. Peristiwa yang bisa dijadikan sebagai pelajaran yakni bagaimana ransomware bisa membobol sebuah bank sentral Malaysia dan Bangladesh. Alhasil, menimbulkan kerugian yang sangat besar dan sulit untuk menghindarinya. Maka dari itu, penting bagi pemerinta Indonesia untuk berupaya membangun sistem keamanan tercanggih berbasis digital supaya bisa menjaga transaksi serta investasi pada ekonomi digital.

2.       Pembangunan asal sumber daya manusia

Rintangan atau tantangan berikutnya dalam menghadapi ekonomi digital di Indonesia yaitu terkait asal daya manusia. Hal tersebut tentunya menjadi PR untuk pemerintah di negara berkembang, termasuk negara Indonesia. Di tahun 2017, Google telah menjelaskan bahwa di kawasan Asia Tenggara daya profesional untuk mendongkrak perkembangan ekonomi digital tergolong minim.

Serupa dengan pekerjaan rumah di negara-negara berkembang, dimana tenaga kasarnya masih mendominasi sisi sumber daya untuk hal sistem perekonomian. Sejatinya tantangan tersebut memang tak dapat diselesaikan di waktu yang singkat. Keliru dalam pemecahannya adalah pihak pemerintah harus bekerja sama serta mengedukasi rakyat serta menyiapkan sistem pendidikan yang menyesuaikan perkembangan zaman jika ingin memiliki daya saing yang bagus untuk menghadapi industri ekonomi digital sekarang ini.

3.       Persaingan semakin ketat

Ekonomi digital menciptakan persaingan pasar yang semakin ketat. Pertumbuhan e-commerce seakan menjadi pintu masuknya berbagai produk dari berbagai negara ke dalam Indonesia melalui cara yang lebih praktis.Hal ini membuat produk lokal tanah air jiga tidak berupaya untuk ikut berkembang maka akan tergerus produk dari negara luar yang cenderung ditawarkan dengan harga lebih murah.

Contohnya, membanjirnya produk yang berasal dari Singapura, Jepang dan Tiongkok. Ditambah sekarang ini masih sedikit produk dari pelaku UMKM di Indonesia yang masuk ke rana e-commerce. Situasi inilah yang membutuhkan sinergi dari pemerintah supaya produk lokal bisa terus bersaing. Baik lewat pembinaan sampai donasi inovasi supaya di kemudian hari produk lokal bisa menikmati profit yang dipengaruhi oleh ekonomi digital tanah air.

Apa saja Tantangan Ekonomi Digital di Indonesia?

4.       Regulasi belum menyesuaikan perkembangan zaman

Menjadi tantangan lain yaitu tentang regulasi dan dasaran aturan yang harus dirancang untuk menyesuaikan perkembangan zaman, yang mungkin akan berlaku bila aturan main terkait digital ekonomi di tanah air tidak lakukan secara optimal.

Terkait hal ini, pihak pemerintah dengan sigap untuk membuat dan merencanakan peraturan yang mengatur jalannya ekonomi digital nasional, serta memanfaatkan lembaga-lembaga terkait. Hal ini bertujuan untuk melindungi semua hak konsumen dan pelaku dari ekonomi digital supaya bisa berjalan dengan baik di kemudian hari. Dengan begitu perekonomian digital di negara Indonesia bisa turut bersaing dan menghasilkan laba untuk para pelaku UMKM di pasar internasional yang jangkauannya lebih luas.

5.       Ketersediaan internet yg mumpuni

Serupa dengan pembangunan dari sisi sumber daya manusia, faktor lainnya yang tak kalah penting yakni tentang infrastruktur. Untuk hal ini, sebagai poin intinya adalah ketersediaan akan akses internet yang mumpuni di hampir seluruh daerah. Karena, akses internet ini yang sangat mempengaruhi investasi pada industri ekonomi digital di suatu negara khususnya Indonesia.

Sekarang ini untuk akses internet kualitas jangkauannya masih terpusat di beberapa pulau besar saja, seperti Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Sementara kawasan seperti Sulawesi, Kalimantan, sampai Papua bisa dikatakan masih minim. Melihat kondisi ini, diperlukan yang namanya upaya untuk membangun dan memperluas akses internet di tanah air, dengan begitu bisa mendorong pertumbuhan perekonomian nasional.

Setidaknya ada lima tantangan yang saat ini sangat mencolok yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia pada investasi ekonomi digital. Diharapkan kedepannya tantangan ini dapat segera diatasi demi pertumbuhan ekonomi digital lebih baik.

Leave a comment

Your email address will not be published.