Indonesia Digadang-gadang jadi Raja Ekonomi Digital Dunia

Indonesia Digadang-gadang jadi Raja Ekonomi Digital Dunia

Tahun ini Indonesia sedang berada pada pertumbuhan ekonomi yang sangat lambat dalam kurun waktu 5 tahun belakangan. Namun, pertumbuhan pada industri e-commerce semakin pesat di saat perlambatan laju ekonomi di negeri ini. “Nantinya bukan tidak mungkin jika industri e-commerce bisa menjadi tulang punggung untuk perekonomian secara nasional,” ungkap Rudiantara sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika. 

Apalagi, banyak pelaku usaha e-commerce di Indonesia berskala menengah dan kecil. Seperti yang Anda ketahui jika usaha UKM menjadi bisnis yang sangat tahan banting pada waktu ekonomi sedang krisis sekalipun. Dari industri e-commerce tersebut, Rudiantara sangat berharap bisa selalu dikembangkan serta mendukung perekonomian Indonesia yang diperkirakan menjadi kekuatan baru di bidang ekonomi dunia tahun selanjutnya. 

Peluang industri e-commerce di negeri ini memang tidak bisa dianggap remeh. Berdasarkan data analisis dari Ernst & Young, bisa dilihat pertumbuhan akan nilai penjualan usaha online di Indonesia setiap tahunnya melonjak sampai 40%. Terdapat sekitar 93,4 juta yang menggunakan internet dan 71 juta orang yang memakai smartphone di negeri ini. 

Bukan hanya untuk chatting atau mencari informasi saja, masyarakat di beberapa kota besar sekarang menjadikan internet maupun e-commerce menjadi bagian dari hidupnya. Sikap konsumtif dari jutaan orang kalangan menengah di negeri kita menjadi sebuah alasan kenapa e-commerce di tanah air bisa terus berkembang. 

Berbicara tentang industri tersebut memang tidak hanya membicarakan tentang jual beli jasa dan barang melalui internet. Namun, terdapat industri lain berkaitan di dalamnya. Misalnya, penyediaan layanan logistik atau antar, produsen smartphone, provider telekomunikasi dan lainnya. Hal tersebutlah yang menjadikan industri e-commerce wajib dikontrol supaya bisa mendorong jalannya perekonomian nasional. 

Usaha yang satu ini mempunyai nilai usaha yang begitu besar, namun sayang sekali hingga sekarang belum terdapat regulasi khusus yang mengelola usaha online ini. Di tahun 2014 akhir saja, nilai usaha industri e-commerce di tanah air ini sampai USD 12 miliar. 

Oleh sebab itu, di tahun 2014 akhir, Pemerintah Indonesia dibawah naungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bergabung dengan Kementerian Kominfo serta Kementerian terkait, para pemilik kepentingan dari golongan asosiasi dan juga pelaku bisnis e-commerce, tidak lupa dengan Ernst & Young sebagai konsultan kaliber, yang secara pro bono bekerja dengan mengumpulkan para pakar multidisiplin nya dari global maupun regional. 

Langsung mulai untuk bekerja guna mengembangkan e-commerce roadmap dan juga bersama-sama bekerja untuk menyiapkan ekosistem yang bagus guna lebih mengembangkan industri e-commerce yang ada di dalam negeri. Sesudah melakukan roadshow dan workshop tersebut, terbuatlah list Indonesia E-commerce roadmap.

Lalu, sekarang ada pada proses finalisasi. Sangat diharapkan Presiden Joko Widodo pada waktu dekat ini membuat Rapat Terbatas Kabinet guna mengarahkan untuk memulai pelaksanaan berbagai inisiatif solusi sehubungan dengan sejumlah isu tentang e-commerce. Jadi mendorong dan mendukung peluang pertumbuhan e-commerce yang ada di negeri ini dengan sungguh-sungguh. 

Lalu, apa yang bisa menghambat peluang pertumbuhan e-commerce yang ada di Indonesia? Menurut analisis yang sudah dilakukan, terdapat 6 isu yakni edukasi dan SDM, logistik, infrastruktur komunikasi, perlindungan konsumen, perpajakan dan pendanaan. Semua isu ini perlu bersama-sama dikerjakan dengan lembaga yang berhubungan supaya menghasilkan banyak kebijakan yang tersinkronisasi dan komprehensif. 

Indonesia Digadang-gadang jadi Raja Ekonomi Digital Dunia

Ada pula kementerian dan beberapa lembaga itu yakni IdEA, ASPERINDO, Pos Indonesia, Kementerian Koperasi dan UMKM, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan lain-lain. 

Tidak hanya memberikan stimulus untuk para pelaku usaha e-commerce mulai dari untuk pemula, UMKM, sampai established business, pemerintah pun perlu didukung dengan media, pihak swasta, masyarakat, hingga organisasi non-profit demi mendorong e-commerce menjadi gerakan kampanye atau nasional. 

Indonesia juga perlu belajar dari Tiongkok yang telah merilis Five Year Plan for the Development of e-Commerce sejak tahun 2011. Dalam kurun waktu 3 tahun saja, tingkai transaksi usaha e-commerce Tiongkok telah mencapai 10,1% dari jumlah seluruh penjualan ritel dengan nominal hingga USD 426. 

Indonesia bisa dibilang mempunyai bekal yang cukup untuk bisa menjadi negara yang memiliki industri e-commerce terkemuka di masa yang akan datang. Selain mempunyai SDM yang sangat bagus, pasar lokal pun menjadis sebuah peluang yang besar untuk bisa mengembangkan e-commerce ini.

Dengan pertumbuhan usaha online yang sangat pesat, masyarakat Indonesia bisa memperoleh manfaat positif untuk perekonomiannya seperti membuka banyak lapangan kerja, pertumbuhan kesejahteraan dan lainnya. Dengan begitu, Indonesia tidak lagi hanya menjadi target market dari pasar internasional, namun sebaliknya bisa menjadi pengusaha e-commerce yang besar sampai bisa menjangkau pasar internasional. 

Nah, itu tadi ulasan tentang Indonesia yang digadang-gadang akan menjadi raja ekonomi digital. Semoga dari ulasan di atas bisa menambah pengetahuan Anda lebih luas lagi tentang industri e-commerce. 

Leave a comment

Your email address will not be published.